Jumat, 29 Agustus 2014

MOKA-KU UPI 2014 hari terakhir

Saat yang ditunggu-tunggu bagi seluruh calon mahasiswa UPI angkatan 2014. Hari terakhir ospek, Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum UPI 2014 ini berakhir dengan pemecahan rekor MURI membuat 4983 buku kreatif dalam waktu 40 menit. Setiap peserta merajut kertas HVS dengan jarum dan benang dan menempelkan cover sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Yang sangat membuat para calon mahasiswa terlihat bangga adalah saat mereka dipersilakan menggunakan jas almamater kebanggaan kampus bumi siliwangi. Semua terlihat rapi berwarna abu di atas kabin 3 Selatan. Semakin ramai saat 20.000 lebih balon diturunkan dari atap gymnasium (gedung yang saat itu digunakan). Aku tak pernah mendengar tepuk tangan semeriah ini selama MOKA-KU berlangsung.


Malam ini, aku resmi menjadi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Suatu kebanggaan karena jangankan orang lain, sangat jarang keluargaku yang bisa kuliah sepertiku. Aku merasa bahagia tapi pastinya tidak sebahagia ayahku saat dulu bisa berkuliah di STAI. Beliau bekerja keras mengumpulkan dana untuk bisa berkuliah, sedangkan aku? Aku hanya mahasiswa bidik misi yang dibiayai oleh pemerintah. Bukan aku yang bangga, tapi kedua orang tuaku dan seluruh keluargaku.

Bagaimanapun kondisinya, senantiasa kusyukuri. Beberapa hal yang bisa menjadi pelajaran setelah menempuh MOKA-KU UPI 2014 selama 4 hari.

1. Semangat berkarya. Sesuai jargon MOKA-KU UPI 2014, kita sebagai pemuda dituntut untuk semangat dalam berkarya. Menuju Indonesia emas 2045. Karya adalah hasil cipta dari akal dan pikiran yang bermanfaat bagi sesama, bagi seluruh pihak. Karya adalah benda yang membuat orang teringat akan kita.

2. Taat peraturan. Peraturan yang telah kita sepakati mesti kita taati. Jika kita melanggar, kerjakan sanksi yang diberi sebagai konsekuensi dengan seikhlas hati. Tegurlah orang yang melakukan kesalahan tanpa menyinggung perasaan. Hargai segala jasa yang mereka lakukan jika mereka berjalan di jalan yang benar. Hargai pula segala jasa yang mereka kerjakan jika mereka meleset dan kembali ke jalan yang benar. Bukan memarahi, tapi mengingatkan. Bukan mencaci, tapi membina. Mari kita bersama-sama berjalan di jalur yang tepat.

3. Kompak dan berjiwa sosial. Bukankah kita dituntut untuk hidup bersama? Maka hormatilah yang lebih tua dan hargailah yang lebih muda. Maka tolonglah orang yang kesulitan dan dampingilah orang yang membutuhkan. Satukan hati dengan berkomunikasi dan akrab menjalin hubungan.

4. Berprasangka baik kepada sesama. Setiap insan memiliki sudut pandang yang berbeda. Mereka bersikap dan melakukan suatu yang hal belum tentu sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Hiasi diri dengan pikiran positif. Maka dengan sendirinya watak kita terbentuk sempurna. Maka dengan alaminya sifat baik menerap dalam diri kita.

Ucapan terimakasih dariku untuk segenap pihak yang mendukung berjalanya MOKA-KU UPI 2014. Inilah langkah awal bagiku untuk berkaraya di kampus kebanggaan, kampus bumi siliwangi.

Hidup Mahasiswa !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar