Tepat di gedung kebudayaan UPI, pak Karim selaku MC sekaligus dekan FPIPS sempat mengeluarkan kalimat seperti berikut.
"Jika Anda siap untuk babak belur, babak belur lah di tempat di mana Anda belajar. Maka bersiaplah untuk keluar membawa kemenangan. Jika Anda tidak siap untuk babak belur, gunakan lah strategi samudera biru. Strategi samudera biru adalah strategi membuka peluang usaha."
Bukankah kita mengetahui bahwa untuk menjadi negara maju dibutuhkan minimal 2% orang yang berwirausaha? Negara Indonesia kaya akan sumber daya alamnya. Negara Indonesia juga kaya akan penduduknya. Negara Indonesia pula yang memiliki kekayaan budaya. Pertanyaanya, mengapa negara kita belum dikategorikan sebagai negara maju? Bukankah kita kaya?
Rekan, yang selalu terbesit dalam benaku adalah mendirikan suatu perusahaan di bidang apapun itu. Sehingga aku merekrut segenap pengangguran untuk bekerja di tempatku. Seiring berjalanya waktu akan kulepas mereka untuk mendirikan suatu usaha yang sebidang dengan pengalamannya. Kemudian mereka merekrut tenaga kerja dan seterusnya.
Seperti yang pak Karim katakan, babak belurlah di tempat belajar agar keluar membawa kemenangan. Segala proses belajar wajib kita tekuni sebagai kewajiban dan tuntutan hidup. Jangan malas karena malas itu hanya penyakit yang obatnya adalah semangat dan niat. Sadarkah kita ketika bangun tidur, serasa malas untuk menggerakan tubuh kita. Serasa malas untuk bangun sepenuhnya. Rasanya kita masih mengantuk. Tapi setelah kita niatkan untuk bangun, kemudian semangat dan segera membasuh muka kita. Kita lakukan persiapan di pagi hari, keluarlah dan rasakan. Rasa kantuk itu semu, hanya ada setelah kita kelelahan dan dengan malas.
Jadi, dimana Anda akan berjuang? Babak belur di tempat belajar, atau melakukan strategi samudera biru? Yang jelas jangan sampai Anda menghindar dari keduanya karena mencoba lebih baik dari pada diam.
Rekan, yang selalu terbesit dalam benaku adalah mendirikan suatu perusahaan di bidang apapun itu. Sehingga aku merekrut segenap pengangguran untuk bekerja di tempatku. Seiring berjalanya waktu akan kulepas mereka untuk mendirikan suatu usaha yang sebidang dengan pengalamannya. Kemudian mereka merekrut tenaga kerja dan seterusnya.
Seperti yang pak Karim katakan, babak belurlah di tempat belajar agar keluar membawa kemenangan. Segala proses belajar wajib kita tekuni sebagai kewajiban dan tuntutan hidup. Jangan malas karena malas itu hanya penyakit yang obatnya adalah semangat dan niat. Sadarkah kita ketika bangun tidur, serasa malas untuk menggerakan tubuh kita. Serasa malas untuk bangun sepenuhnya. Rasanya kita masih mengantuk. Tapi setelah kita niatkan untuk bangun, kemudian semangat dan segera membasuh muka kita. Kita lakukan persiapan di pagi hari, keluarlah dan rasakan. Rasa kantuk itu semu, hanya ada setelah kita kelelahan dan dengan malas.
Jadi, dimana Anda akan berjuang? Babak belur di tempat belajar, atau melakukan strategi samudera biru? Yang jelas jangan sampai Anda menghindar dari keduanya karena mencoba lebih baik dari pada diam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar