Senin, 01 September 2014

Bu Erry berkata,"Pertemuan pertama memengaruhi psikologis seseorang"

Konon, pandangan pertama merupakan keajaiban yang tak akan terulang. Jangan sia-siakan pandangan pertama dengan karakter negative yang Anda tunjukan. Itu bisa membuat kesan kita selalu salah dipandang orang meski kita berbuat benar. Cobalah menunjukan hal positive pada awal tatap muka, sehingga setiap orang merasa nyaman dengan kita.

Hal sepele yang paling sering kita abaikan adalah tidak peduli dengan sekeliling dan kita berperilaku seenaknya. Itu bisa memancing pandangan orang lain untuk selalu suudzan terhadap gerak-gerik kita. Bahkan yang paling parah, itu bisa memancing fitnah. Saat kita berbuat baik kepada sesama, lalu ada orang yang suudzan karena pertemuan pertama di mata dia kita berperilaku buruk, tidak menutup kemungkinan dia berkata,"orang itu hanya ingin terpuji!" kepada orang lain.



Sebaiknya kita menjaga image baik kita. Jaga Image_disingkat jaim_ bukan berarti diam membatu dan angkuh dalam berperilaku. Cenderung diam bisa menyebabkan kita terlihat sombong, bukan polos. Jadi, bagi kalian yang masih berpikir dengan diam kita terlihat polos, lepaskan mindset tersebut. Orang yang terlihat polos dalam pikirannya bukan menjaga image, tapi dia bingung harus bertingkah seperti apa atau dia kaku untuk berbuat sesuatu. Makanya dia terlihat polos.

Ada pun orang yang terlihat bijak. Ini adalah rekomendasi untuk kalian yang ingin menjaga image. Sedikit berbicara namun to the point dan murah senyum adalah kunci utamanya. Atau jika Anda adalah tipe orang yang sering berbicara, gunakan candaan yang asik namun tidak menyinggung perasaan orang. Hindari pembicaraan yang menganut agama, politik, dan ras.

Rangkul teman-teman Anda! Rangkul di sini bukan berarti menggandeng teman Anda dengan lengan. Melainkan pemberian isyarat kepada teman untuk lebih akrab dengan Anda. Namun hati-hati pula dalam memilih pergaulan. Saya garis bawahi memilih pergaulan.

Terkadang kita menggunakan kalimat memilih teman. Memilih pergaulan berbeda dengan memilih teman. Anda berhak memiliki teman siapapun mereka, karena setiap teman punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang perlu Anda jaga adalah pergaulan. Jangan terbawa arus buruk dari teman Anda, jika bisa Anda lah yang mengarahkan teman-teman Anda untuk bergaul lebih baik.

Gunakan waktu sebaik mungkin untuk berkomunikasi dengan lingkungan. Semakin banyak Anda berkenalan, semakin besar peluang Anda untuk melakukan sesuatu. Perlu diingat kembali, Anda memiliki keleluasaan dalam melakukan sesuatu. Maka lakukanlah hal yang terbaik bagi Anda dan teman-teman Anda.

Terakhir, jadilah agen perubahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar